KAMPUNG PERCA
Kain perca mungkin hanya dianggap limbah atau sampah. Namun, melalui tangan kreatif seorang pria di Kabupaten Tuban, potongan kain sisa berhasil disulap menjadi aneka dompet dan tas batik cantik bernilai jual tinggi. Rumah sederhana di Desa Prambon Tergayang, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjadi saksi kegigihan Muhamad Masduki bersama ibu-ibu warga desa setempat. Berbekal dua unit mesin jahit, Masduki dan ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok "Kampung Karya". Sukses mengembangkan usaha kerajinan kain perca, menjadi aneka produk dompet dan tas batik cantik bernilai ekonomis tinggi. Hasil kerajinan yang menjadi andalannya adalah dompet dan tas batik gedog berbahan kain perca. Produk cantik dan menarik ini cukup banyak diminati konsumen, khususnya kalangan perempuan baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan. 40 buah dompet dan tas harus dibuat setiap harinya, untuk memenuhi permintaan pasar yang mencapai rata-rata 20 paket perbula...